PERJALANAN STUDI BANDING
KEHIDUPAN SOSIAL DAN AGAMA DI RUSIA
Oleh Zainuri Anwar
26 September – 3 Oktober 2018

         Sebanyak 25 personel dari perwakilan seluruh agama yang ada di Indonesia melaksanakan perjalanan ke Rusia dalam rangka studi banding tentang kehidupan sosial dan kehidupan beragama. Tiga kota utama sebagai tempat sasaran untuk melaksanakan studi banding, Sant Peterberg, Kazan dan Moskow.

1. Sant Petersberg

      Perjalanan dari Jakarta menuju Sant Petersberg mamakan waktu selama 19 Jam. Perjalanan yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Lelah karena lamanya di perjalanan, senang karena pemandangan pramugari dari Russ dan Tatar yang cantik².

      Sant Petersberg adalah kota budaya yang alamnya sangat indah, dibelah oleh sungai yang mengalir dari laut baltyik. Airnya bening dan bersih tanpa ada kotoran sampah sedikitpun. Kotanya rapih dan bersih tidak nampak sampah yang berseliweran. Lalu lintasnya tertib baik kendaraan maupun orang. Di kota ini tidak ada motor apalagi sepeda. Berbeda waktu studi banding di China dalam hal ini Beijing dan Sanghai. Disana ada sepeda ontel dan sepeda yang penggeraknya adalah Accu. Mengapa tidak diadakan motor roda dua, karena dianggap bising, polusi dan tidak bisa dikendalikan. Budaya orang sini adalah jalan kaki, dari tempat ke tempat yang adalah jalan kaki. Jalan kakai memang mebuat sehat, disamping karena udara mencapai 4ºC bahkan konon kalau musim dingin bisa mencapai minus 18ºC, sehingga jalan kaki adalah merupakan upaya untuk menghilangkan rasa dingin, gerakan jalannya tidak seperti masyarakat yang santai, tapi jalan kaki mereka semuanya cepat. Meskipun cepat tidak akan pernah berkeringat.

        Penduduknya sekitar 4.800.000 dengan keyakinan terbesar adalah Kristen Ortodok dan kedua adalah Islam. Selebihnya adalah katolik, Budha, Hindu, Tao, Komunis, Yudaisme dan Kepercayaan kepada Tuhan tapi tidak mau mengakui agama. Prosentase yang terakhir ini adalah ketiga setelah Ortodoks dan Islam. Perjalanan pertama kami dibawa ke Hermitage musium (istana musim dingin) selanjutnya di bawa ke Masjid sant Petersberg, mesjid besar yang bisa menampung sekitar 5000 jama’ah. Saat kami ikut sholat Jum’at, ternyata jama’ahnya meluber sampai ke halaman masjid dan bahkan jalan raya yang menurut perhitungan saya bisa mencapai 8000 jama’ah. Islam di Sant Petersberg adalah berhaluan sunni.

       Mesjid ini awalnya dibangun oleh ummat Islam, ketika komunis berkuasa digunakan sebagai gudang tempat penyimpanan barang dan senjata. Saat Presiden pertama berkunnjung ke Rusia, menyempatkan diri ke kota ini dan menemukan masjid dibuat gudang. Saat itulah Sukarno meminta kepada pemerintah Rusia untuk membuka masjid ini untuk dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah. Sehingga oleh orang turis dari Indonesia disebut dengan masjid Sukarno. Posisi masjid ini ditengah kota Sant Petersberg. Ketika kami mengikuti sholat Jum’at, dengan jelas bacaan khutbah imam menyebutkan kata sayyidina wamaulana, artinya islam di sana adalah sunni.

        Dari masjid Sukarno kami dibawa ke Greja ortodoks, yang letaknya tidak jauh dari masjid yang masih dalam wilayah kota Sant Petersberg. Greja ini memang besar. Gereja yang besar dan berdiri kokoh dio tengah-tengah kota ini sudah tidak difungsikan lagi sebagai tempat ibadah, tapi dijadikan musium perjalanan kekuasaan Sovyet dengan tidak menghilangkan ornamen gereja berupa gambar yesus, bunda maria dan roh kudus. Di dalam gereja ini dibentangkan sejarah kekuasaan para raja dengan gambar raja-raja yang telah berkuasa berikut para jenderalnya.

         Di kota Sant Petersberg ini Islam sedang mulai berkembang dan diminati oleh penduduk setempat sementara Komunis sudah mulai ditinggalkan dan ketika kami ada di sana menurut guide tinggal sekitar 20%.


2. Kazan

          Kazan adalah ibukota Republik Tatarstan, berlokasi sekitar 820 kilometer sebelah timur Moskow. Kazan adalah salah satu kota yang paling penting di Rusia, terutama terkait urusan ekonomi, ilmu pengetahuan dan pusat kebudayaan.

           Penduduk Kazan kurang lebih 3.700.000 jiwa. Di kota ini kami sempat mendengar adzan dari salah satu masjid di sudut kota. Hal ini wajar karena kota Kazan termasuk mayoritas muslim dengan komposisi; muslim 32%, kristen ortodoks 30%, selebihnya tersebar dalam keyakinan lain termasuk komunis dan aliran kepercayaan.

           Tempat yang pertama kali dikunjungi adalah masjid yang di dalamnya menampung para pelajar dari kluar daerah. Orang Indonesia mengatakanya Pesantren. Dan saya bertemu dengan salah seorang santri yang berasal dari luar Kazan. Di masjid ini kami sempat sholat Zhuhur sekaligus Ashar secara berjamaah. Ada sedikit perbedaan kalimat iqomah di masjid ini, kalimat sama dengan adzan diulang dua kali.

           Setelah itu langsung dibawa ke musium Kazan. Di musium ini banyak menyimpan sejarah keemasan Islam sekaligus hancurnya Islam oleh komunis. Hal ini dapat dilihat barangbarang koleksinya, di mulai dari kolekti foto-foto para raja Islam, pakaian² kerajaan Islam, kitab-kitab bertuliskan arab, manuskrip² zaman dahulu serta barang² lainnya yang menandakan bekas kerajaan Islam, termasuk relief yang memajang gambar perjuangan serta foto-foto dari tokoh Islam dan tokoh komunis.

            Berikutnya kami dibawa untuk melihat suku asli Kazan yaitu suku Tatar. Dalam rumah panggung asli yang terbuat dari bahan kayu secara keseluruhan kami mendapatkan penjelasan tentang kerajinan membuat kue asli suku tatar, sekitar setengah jam kami mendengar pengarahan wanita cantik tentang kue makanan suku tatar. Kue itu dinamakan cakcak, yang setelah dimakan ternyata hampir sama dengan di Indonesia, yaitu berondong. Rasanya sangat manis sehingga menyantapnya harus dengan air teh tawar dengan perbandingan 1:5, satu porsi kue cakcak disandingkan dengan 5 cangkir teh tawar. Itulah salah satu obyek yang harus dituju.

            Yang menarik kami dibawa ke benteng atau Kremlin Kazan yang di lingkunganya memuat informasi sejarah dan budaya masyarakat Kazan. Dalam lingkungan kremlin ini di sana berdiri megah Masjid Biru yang terkenal dengan masjid Kul Syarif. Di depanya berdiri kokoh tanggul atau benteng Kazan sementara sebelahnya lagi bangunan Universitas Islam Kazan. Masjid ini tidak ada sebagai sarana untuk ibadah tetapi di dalamnya memberikan informasi tentang sejarah kekuasaan sampai jatuhnya islam. Situs islam ini dikelilingi gedung musium tentang sejarah Kazan. Tidak jauh dari Masjid Shyarif yang dinyatakan sebagai masjid terbesar di Rusia, berdiri juga bangunan Gereja Katedral dengan kubah emas dan pemandangan gedung-gedung lain yang melambangkan perjalanan sejarah Kazan.

        Masyarakat Kazan terkenal sebagai masyarakat yang sangat toleran, hal ini bisa dibuktikan dari aspek penempatan bangunan agama antara masjid yang besar dengan gereja Katedral. Atap bangunan masjid dan gereja bentuknya sama, yaitu kubah, yang membedakan adalah lambang di atas kubahnya. Untuk masjid, lambang di atas kubah berupa bulan sabit menghadap ke atas sedang gereja berupa salib.

         Meskipun terkenal sebagai kota Islam, namun di tengah kota tetap berdiri kokoh patung Lenin, tokoh komunis. Tidak ada cerita yang patut didengarkan dengan Lenin ini sehingga hanya sebentar singgah disini.

        Sebagai informasi tambahan, di Rusia baru saja dilaksanakan olimpiade dunia yang salah satu lapangan bola yang dipakai adalah lapangan bola Kazan. Sebuah studion lapangan bola yang sangat dibenci oleh banyak kesebelasan sepak bola besar dunia. Karena mereka rata-rata tumbang di studion Kazan ini.


3. Moskow

         Masjid terbesar di Eropah yang diberi nama masjid Agung Moskow bisa menampung 10.000 jama’ah adalah masjid yang saat diresmikan dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Sayang saya tidak bisa mengirim foto fisik bangunan masjid yang megah ini.
Putin mengatakan bahwa ini akan menjadi pusat spiritualitas dan pendidikan yang nantinya akan menyatukan seluruh agama yang berbeda. Putin juga memuji para pemimpin muslim di Rusia yang tidak menoleransi tindakan
ekstremisme. “Umat muslim Rusia telah kembali setelah memberikan kontribusi besar bagi sejarah Rusia. Nilai-nilai humanis seperti juga agama lainnya yang mengajarkan keadilan, belas kasihan dan mencintai orang lain ada di Islam,”ungkap Putin.

        Masjid yang terdiri dari 6 lantai ini berdiri kokoh di tengah² kota Moskow yang peresmianya dilaksanakan pada bulan september 2015. Speker masjid ini nampak mengarah ke berbagai sudut kota yang dipasang pada tiang yang kokoh yang yang berdiri disetiap sudut masjid.

        Disamping masjid berdiri megah lapangan atau studion sepak bola Moskow, sehingga bagi para pemain sepak bola atau siapapun yang melaksanmakan kegiatan di studion Moskow ini dapat melaksanakan aktifitas ibadah di masjid yang megah ini.

          Islam menduduki posisi kedua setelah Kristen Ortodhok. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa islam di Rusia akan bersinar di negara yang pernah menjadi kiblat komunisme dunia ini. Rusia merupakan negara terbesar di dunia, dengan luas mencapai 11,5 persen dari wilayah dunia. Konstelasi sejarah dan perpolitikan dunia membentuk dinamika negara ini.

         Negara multietnis ini memiliki lebih dari 150 suku asli yang menjadi penganut agama-agama tradisional. Sebanyak 57 suku beragama Islam. Mayoritas Muslim Rusia tinggal di daerah Volga-Ural dan Kaukasus Utara. Jumlah populasi yang signifikan juga terdapat di sejumlah kota besar, seperti Moskow dan St Petersburg.

           Geliat pertumbuhan populasi Muslim tampak signifikan selama sepuluh tahun terakhir. Shalat Idul Fitri tahun ini, misalnya, menjadi saksi pertumbuhan Muslim di ibu kota Rusia. Lebih dari 60 ribu Muslim berkumpul untuk menunaikan shalat Idul Fitri di masjid kubah emas Sobornaya. Sementara, 180 ribu lain memadati lima masjid dan puluhan tempat ibadah sementara.

          “Moskow secara perlahan beradaptasi untuk menjadi kota Muslim terbesar di Eropa,” kata analis politik Alexei Malashenko. Sejumlah besar mualaf dari kalangan etnis menambah populasi Muslim di negara berpenduduk 143,8 juta jiwa ini. Masjidmasjid kembali dibangun setelah keruntuhan Uni Soviet pada 1991.

         Alexei dalam Islam in Rusia in 2020, menambahkan, masyarakat Islam di Rusia terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama berada di sekitar Volga-Ural, Siberia Barat, dan Moskow. Sedangkan, kelompok kedua berada di Kaukasus Utara. Etnis Muslim terbesar di Rusia berasal dari suku bangsa Tatar (7 juta), Bashkirs (1,5 juta), dan Chechen (1 juta).

          Sejumlah pihak meramalkan, Rusia akan menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Menurut Russia Today, para ahli mengatakan, pada 2050, jumlah umat Islam akan mencapai setengah dari populasi penduduk Rusia. Jika ini benar, Rusia kemungkinan akan menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

           Terakhir, saya memohon maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan rakyat Rusia karena mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera NU di wilayah hukum Rusia. Hal ini kami lakukan karena rasa cinta dan kebanggan kami kepada Indonesia dan kepada NU.

Tulisan dapat di donwload disini

PERJALANAN STUDI BANDING KEHIDUPAN SOSIAL DAN AGAMA DI RUSIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *