Rakernas III Makom Albab

KONSOLIDASI ORGANISASI DAN PEMETAAN POTENSI ALUMNI

DSC_8193

Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab), menggelar acara Rapat Kerja Nasional III (Rakernas) di Hotel Verse, Cirebon, 2-3 Desember 2017. Acara ini menghadirkan peserta dari perwakilan alumni Babakan dan pengurus Makom Albab dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelum mengikuti acara, mereka terlebih dulu melakukan registrasi di meja pendaftaran yang sudah tersedia di lantai 9 hotel Verse Cirebon. Ketua panitia, Drs. H. Zainuri Anwar, mengatakan, registrasi dilakukan untuk mendata nama-nama atau utusan yang telah melakukan pendaftaran, kemudian diberikan ID Card (kartu peserta) dan souvenir berupa tas dukung bertuliskan nama kegiatan.

Dari jadwal yang ada, peserta mulai melakukan registrasi mulai pukul 13.00 Wib sampai 17.00 Wib yang diselingkan dengan acara ramah tamah dan ta’aruf antar peserta.  Pantauan situs www.makomalbab.com, beberapa peserta lain masih terkendala dengan registrasi. Seorang alumni Babakan dari Gorontalo yang datang sekitar pukul 16.00 Wib, mengaku namanya belum ter-register pada panitia. “Nama saya belum ter-register, tapi saya sudah konfirmasi dengan panitia,” ungkap pria bernama Dr. Adnan M.Ag, ini.

Rakernas ini mengusung tema, “Konsolidasi Organisasi Membangun Ekonomi Santri Guna Memperkokoh Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Wadah NKRI”. Dengan keberadaan Makom Albab ini, diharapkan dapat meningkatkan kemajuan dan kemandirian ekonomi para santri di negara yang kaya akan sumber daya alam ini. Oleh karena itu, Makom Albab perlu mengambil peran dengan cara melakukan konsolidasi antar-alumni Babakan.

DSC_8206

Ketua Umum Makom Albab, Dr. H. Juhana Zulfan, MM, mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Rakernas ini, antara lain untuk mempererat ukhuwah islamiyah sesama warga Alumni Babakan, membuat database alumni dan pemetaan potensi alumni dalam berbagai sektor, serta merumuskan langkah bersama untuk membangkitkan semangat almuni-santri terutama dalam bidang ekonomi.

          IMG_20171202_163523

Sejumlah tokoh yang juga alumni menghadiri acara tersebut, yakni; Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Dr. Ermaya Suradinata, Guru Besar ITB Prof. Dr. Ir. Zainal Abidin, Bupati Cirebon Dr. H. Sunjaya Purwadi Sastra, M.M., pengusaha transportasi Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi, dan Kepala Perhutani Regional Jawa Timur, Dr. Ir. Sangudi Muhammad.

Ermaya Suradinata, yang merupakan Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan satu-satunya alumni-santri yang pernah menjabat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Menurut Ermaya, pesantren seharusnya bukan saja menjadi media pendidikan saja, pesantren juga harus ambil bagian pembangunan yang lebih luas. Bagi Ermaya, menjabat Gubernur IPDN itu tak serta merta begitu saja, namun melewati proses yang cukup panjang. Ia merasa bangga pernah belajar di lingkungan Babakan Ciwaringin terutama berkaitan kegiatan keagamaan. Saat menjabat sebagai rektor IPDN, kebanggaannya pada dunia pesantren tak pernah pudar.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Zainal Abidin memaparkan bagaimana pengembangan wirausaha pesantren sebagai sebuah keniscayaan. Guru Besar ITB yang juga alumni Babakan Ciwaringin ini berpendapat, sikap kewirausahaan di kalangan pesantren menjadi bagian yang penting dalam meningkatkan daya saing masyarakat. Pesantren memiliki potensi untuk dapat menghasilkan berbagai produk di sektor pertanian, perkebunan, dan inovasi. Ia mencontohkan misalnya inovasi masaro (Manajemen Sampah Zero). Pemikiran tentang sampah zero adalah penerapan sistem dan teknologi pengolahan sampah secara terpadu dengan sasaran agar sampah menjadi sesuatu yang menghasilkan. Sebab bagi sebagian masyarakat tradisional, sampah memang masih dipandang sebelah mata. “Padahal sampah dapat dimanfaatkan dan masih bernilai ekonomis apabila permasalahan sampah dikelola dengan baik,” ungkap Zainal dalam sesi dialog alumni Albab. Sebab itu, kata Zainal, potensi santri menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan masyarakat untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Adapun Bupati Cirebon Dr. H. Sunjaya Purwadi Sastra, M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih karena Makom Albab sangat aktif melakukan kegiatan musyawarah atau perkumpulan sehingga kontribusinya dapat dirasakan masyarakat. Menurut Bupati sebagai pengurus organisasi yang mengenyam pendidikan khusus di pesantren, alumni Babakan Ciwaringin wajib memberi contoh yang baik bagi kader lainnya. “Kegiatan Rakernas ini, bagi pengurus niatan utamanya adalah ikhlas. Pengurus Makom Albab memang tidak ada honornya. Karena itu pengurus harus berikan contoh dan suri teladan bagi anggota atau alumni lainnya di pusat mapun daerah. Karena citra Alumni Babakan Ciwaringin tetap melekat,” ujarnya.

Bupati mengatakan, dirinya terpilih menjadi Bupati Cirebon tidak terlepas dari dukungan dan doa restu rekan-rekan para alumni dan para Kiyai dari Babakan Ciwaringin. Dengan label alumni Babakan Ciwaringin, ia mengaku cepat dikenal masyarakat yang artinya kontribusi rekan-rekan alumni untuk memberikan dukungan kepada Bupati selaku kandidat pada waktu itu sangat besar sekali dan bisa menang. ”Saya merasa bangga sebagai alumni Babakan, dan sebagai Bupati yang mengutamakan nilai agama dalam setiap kebijakan. Hal ini bisa menunjukkan perubahan di Kabupaten Cirebon itu nyata,“ ungkap Sunjaya yang mencalonkan kembali sebagai bupati untuk periode 2018-2023.

 

Kabinet Hikmatul Badar

Zainuri Anwar selaku Ketua Panitia menyebutkan Rakernas III Makom Albab ini diikuti sekitar 100 peserta dan membagi sidang menjadi tiga komisi yang berlangsung pada Sabtu malam, 2 Desember 2017. Komisi A membahas aspek keorganisasian Makom Albab. Pimpinan sidangnya adalah Israil Muin dan H. Jubaedi. Komisi B tentang visi misi, analisis SWOT, renstra/program kerja; pimpinan sidang Dr. Waryono dan sekretaris Dr Neng Yanti. Sedangkan Komisi C membahas isu-isu kekinian, dengan pimpinan sidang Prof. Dr. Zaenal Abidin, MT dan sekretaris Asep Saepudin. “Tadi malam sudah melaksanakan sidang-sidang komisi. Komisi organsisasi melahirkan kepengurusan baru. Yang secara riil diharapkan menggerakkan alumni Babakan Ciwaringin yang lebih trengginas lagi. Seksi program kerja melahirkan kegiatan yang idealis realistis. Program ini mengedepankan sektor ekonomi, kebersihan berbasis keimanan, dan program lingkungan. Berikutnya isu-isu kekinian yang diharapkan programnya berjalan lancar,” papar H. Zainuri Anwar.

Sementara itu, Dr. H. Juhana Zulfan, mengatakan bahwa alumni Babakan Ciwaringin mempunyai potensi  yang tinggi kalau sudah diinventarisir tersebar di mana-mana bukan hanya di Indonesia bahkan di luar Negeri juga ada alumni Babakan Ciwaringin dan ini menjadikan suatu kebanggan tersendiri. Itulah perlunya merangkul semua alumni Babakan Ciwaringin dalam sebuah wadah kepengurusan.

Pada Rakernas III ini, Juhana menyebutkan terjadinya dinamisasi organisasi sangat wajar. Sebagai suatu proses dinamika perkembangan yang tentunya dilakukan evaluasi terus menerus dalam rangka menjalankan visi dan misi organisasi. Dinamisasi yang dimaksud adalah perubahan struktur pengurus sehingga terjadi penyegaran dalam organisasi. “Dasar hukumnya kami lakukan melalui forum resmi, bahwa dalam konteks AD/ART dan hasil rapat komisi dan pleno telah diputuskan, yang otomatis kami emban dan tentunya sebagai nakhoda tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus bersama-sama,” ujar Juhana. Ia berharap program kerja pada sisa waktu 3 tahun ke depan bisa mencapai progres dan perkembangan organisasi yang signifikan. Demikian juga keputusan rapat dan pleno menyetujui perubahan restruktursasi ini. Sehingga sah dan dibenarkan menurut aturan. Dia menyebutkan yang semula ada 4 ketua dan 8 departemen, disempitkan spesifikasinya namun fungsinya bertambah. “Miskin struktur, kaya fungsi,” katanya.

Dari hasil itu, wujud konkretnya harus ada penyesuaian dengan struktur baru. Di samping itu, misalnya ada pelindung supaya lebih operasional diposisikan sebagai dewan penasehat. Artinya, secara operasional penasehat mempunyai kewengangan yang penting dari nasehat kepada pengurus. Senior mendapat kedudukan sebagai pembina. Ini diharapkan agar mereka lebih aktif dalam pengembangan Makom Albab. Dewan pembina terutama mereka yang punya kedudukan pula di masyarakat. “Insya Allah kepengurusan ini bukan serabutan, namun berdasarkan pengamatan dan komunikasi, yang mudah-mudahan mereka punya dedikasi yang tinggi dan amanah,” ujarnya.

Juhana menyebutkan bahwa kepengurusan Makom Albab saat ini dinamai kabinet “Hikmatul Badar”. Ini merupakan inspirasi dari Perang Badar yakni titik awal terhadap hidup matinya umat Islam. Dalam kabinet Hikmatul Badar ada kekuatan minim, namun insya Allah bisa bersaing di dunia kemasayarakatan. Menurutnya organisasi perlu dilakukan secara berjangka. “Tahap pertama adalah era konsolidasi dengan strategi defensif, dengan menyusun dan membenahi organsiasi. Lima tahun berikutnya, adalah era kemitraan, kalau bisa punya SDM yang bisa menggaet kekuatan agar lebih terformulasi. Sehingga pada rencana jangka panjanganya Makom Albab bisa mandiri. Selain itu kita harus memposisikan alumni Babakan Ciwaringin di strata kepemimpinan di mana saja, daerah hingga tingkat nasional,” papar Juhana Zulfan yang juga menjabat Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Jawa Barat. Untuk diketahui sesuai dengan rekomendasi hasil Rakernas III Makom Albab, bahwa dalam rapat kerja salah satunya merekomendasikan penyesuaian kepengurusan dengan segala perkembangannya.

(Asep Shodiqin dan Tim)

Konsidilasi Organisasi dan Pemetaan Potensi Alumni
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *